Entah seperti apa rasa patah hati yang Zhafira rasakan, semakin membuat Fredella heran. Pasalnya hingga satu jam ini ia lelah mengikuti sahabatnya itu berkeliling supermarket. Banyak sekali bahan makanan yang dimasukkan sahabatnya itu ke dalam troleynya. Mulai dari aneka bumbu masakan, bahan pasta, roti gandum sampai aneka daging. “ Apa kau bermaksud untuk merayakan patah hatimu?” tanya Fredella tak bisa menahan rasa penasarannya. Zhafira malah mengulum senyum dan mengambil beberapa kotak s**u dan dimasukkan ke dalam keranjang lagi. “ Kau sudah menghubungi Dihyan dan Varan, kan?” tanyanya balik seolah mengabaikan pertanyaan yang sahabatnya lontarkan barusan. Fredella hanya mengangguk. “ Bagus. Aku ingin makan pasta hari ini, sepertinya enak dicampur daging cincang. Mereka suka, kan?

