Mata Cindi terbuka lebar saat melihat pria tampan dengan perawakan atletis yang terlihat matang bak sawo matang sedang menggenggam tangan sahabatnya. Omaygat, dia lengah sampai tak mengawasi Elitia. Bisa-bisanya saat kerja malah lengah sedikit, dia kan bertugas mengawasi dan mengamankan Elitia. “I- i- itu sugar daddynya Elitia bukan? Omaygat bisa meleleh gue. Gile ganteng bat dah, manis pula kayak gulali.” Gadis ini malah memperhatikan Galuh dari jauh, dia terpesona pada pandangan pertama, tak terpesona bagaimana? Galuh adalah ciptaan Tuhan paling sexy yang lahir ke dunia, sayang tipikal b***k cinta yang mudah dimanfaatkan, kan jadinya korban sakit hati ditinggal istri. Nasib-nasib. “Ada apa tuh? Kayaknya mau tribut. Gawat nih!” Cindi langsung bangun dari posisi duduknya. Dia memanggil

