Kunikahi Kamu

1260 Words

“Maafin soal mama yang kemarin, ya!” Galuh masih tak enak hati dengan sikap mama Amira kemarin. Dia takut Elitia masih sakit hati, padahal gadis ini santai saja, tak ambil pusing, langsung masukkan saja ke jantung jangan ke hati lagi wkwkwk. “Gak apa-apa. Wajar kok. Namanya seorang ibu, takut anaknya gagal dalam membina rumah tangga lagi.” Elitia pun mengusap pundak Galuh. Pria yang sedang mengemudikan mobil ini dalam hitungan hari akan menjadi suaminya. “Meski kamu belum mencintai Mas. pernikahan ini bukan main-main, ya. Mas gak mau gagal lagi.” Sa ae modus abang ajak kawin kemarin-kemarin, ternyata makin serius. Tak butuh waktu lama ternyata untuk menilai Elitia, dari sikap dan prilakunya sehari-hari sangat terlihat tulus kasih sayangnya pada Kaila, Galuh ingin yang terbaik untuknya da

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD