Tamparan Keras

1060 Words

Galuh tak menyangka dunia ini begitu sempit. Dia ternyata bertemu dengan gadis yang merupakan anak dari saingannya sendiri, pertama saat Elitia kabur dari pertunangan ayahnya, kedua saat Elitia kabur dan ingin merasakan kebebasan.  Bertemu dengan Elitia adalah sebuah keberuntungan baginya juga Kaila. Galuh yang tadinya dingin seperti es bisa mencair oleh seorang gadis yang masih kekanak-kanakkan. Melalui sindiran Elitia, Galuh perlahan sadar bahwa ia adalah ayah yang kurang baik. Dia kini sedikit-sedikit membenahi diri agar jadi sosok kepala keluarga yang baik dan menyayangi anaknya. Tuhan menciptakan suatu kejadian dan memberikan cobaan pada orang yang dia anggap mampu menjalaninya. Saat ini Elitia menggenggam tangan Kaila erat. Kaila sudah sangat cantik dengan rambut yang dikepang, waj

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD