d**a Abraham terasa sesak saat Galuh pergi. Pria itu berkata pedas dan sedikit menyinggung hati Abraham. Pria paruh baya ini merasa dirinya bak tertusuk jarum yang tak terlihat dengan kasat mata. Semua perkataan musuhnya itu memang ada benarnya. Abraham meminum sebuah pil yang ada di laci meja kerjanya lalu pergi kerja. Hari ini ada jadwal berkunjung ke panti asuhan untuk memberikan sumbangan. Anak-anak kecil berlarian kesana kemari, ya namanya juga anak kecil, sedang masa senang bermain dan bercanda, tak bisa diam dan senang mencari perhatian. Abraham dan istri barunya bisa melihat anak-anak bahagia dengan kedatangan mereka beserta anggota partai lain. Acara penyerahan uang tunai dan sembako pun sudah dilakukan, kini masing-masing orang dewasa bermain dengan anak-anak di sini. Seorang

