Hai Calmer (Calon Mertua)

1372 Words

“Kita makan siang di sini?” tanya Elitia saat mobil berhenti di salah satu restoran mewah dengan view yang indah, menghadap ke pemandangan indahnya lautan yang letaknya cukup jauh. “Iya!” jawab Galuh singkat sambil membukakan sabuk pengaman milik Elitia. Dia sedang belajar romantis. Elitia mengambil kaca dari dalam tasnya. Dia merasa bibirnya sedikit kaku dan mati rasa. “Bibirku bengkak tidak?” Dia melirik Galuh. Tadi saat berkaca sih menurutnya tak apa, tapi rasanya ukuran bibir dia sedikit berubah. Ciuman Galuh cukup panas tadi dan terhenti karena Elitia menghentikan gerakan tangan Galuh yang refleks hendak membukakan kancing bajunya. Elitia juga merasakan ada remasan halus pada sebelah gunung kembarnya. “Tidak, Sayang!” Galuh mengusap bibir Elitia halus dengan jempolnya. Pria kurang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD