BAB 16

1277 Words

Pukul 12 siang setelah meeting selesai, Roger memperhatikan bosnya dengan seksama. Dia tampak murung dan meeting pun Evan lebih sering diam dan melamun. Roger bersimpati pada bosnya hingga berasumsi kalau Evan sedang sakit.             “Tuan sedang sakit?” tanyanya khawatir.             Evan menoleh hampa pada Roger. “Tidak.”             “Sudah waktunya makan siang, Tuan.”             Evan hanya mengangguk samar.             “Mau aku siapkan makanannya?”             Evan menggeleng. “Tidak usah. Aku hanya merasa tidak keruan saja.”             Ini pertama kalinya Roger mendengar Evan berkata ‘aku hanya merasa tidak keruan saja’. Aneh, pikir Roger.             “Tinggalkan aku saja.” pinta Evan masih dengan tatapan hampa di pintu ruangannya.             “Baik, Tuan.” Roger meninggal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD