Karenina Pov Terdorong keinginanku untuk menemui Evan akhirnya aku memilih untuk datang ke kantor Evan setelah bertemu Roger kemudian Alana dan aku rasa aku harus menemui Evan. Aku perlu merobohkan pertahananku atau aku akan kehilangan Evan. Roger melihatku dan dia tersenyum. “Temui Tuan, Nyonya.” Katanya, aku mengangguk. Aku membuka pintu ruangannya dan melihat Evan yang sedang termenung. Matanya menatapku. Kami saling menatap untuk beberapa saat lamanya. Aku sangat merindukan mata itu. Mata tajam yang selalu menatapku di setiap harinya. Hidung mancungnya yang indah. Bibirnya dan semua yang ada pada diri Evan. Aku ingin sekali mengatakan kalau aku sangat mencintainya dan takut kehilangannya. Seperti yang pernah dikatakannya padaku. Aku mendekati mejanya. Tidak ada satu kata pun yang

