“Bagaimana keadaan anak saya, Dokter?” Goklas bertanya pelan seraya memperhatikan apa yang dilakukan dokter dan suster pada putrinya. “Kondisi jantungnya sudah mulai stabil, tekanan darahnya juga mulai naik. Tapi pasien masih sangat lelah dan lemah. Kami akan menambah dosis infus.” Dokter memeriksa nadi dan mulai menyuntikkan sesuatu ke tubuh Mentari. “Tapi mengapa dia pingsan lagi?” Goklas kembali bertanya, ia cemas. “Itu karena kondisinya masih terlalu lemah,” Dokter melihat ke arah Azzam, “Apakah anda yang bernama Azzam?” “I—iya, Dokter. Saya Azzam.” “Kalau begitu, saya sarankan agar anda selalu memanggil-manggil namanya. Semoga dengan kehadiran anda, Mentari bisa melawan rasa lelahnya dan kembali bisa siuman seperti tadi. Tapi dari hasil pemeriksaan kami, kondisi pasien berkembang

