Dua minggu sudah berlalu semenjak Mentari dirawat di rumah sakit. Detik demi detik yang berlalu, terasa begitu lama. Baik Mentari maupun Azzam sama-sama menunggu hari ini dengan perasaan berdebar. Artha begitu bersemangat menyiapkan semua keperluan untuk menyambut keluarga Azzam. Ia bahkan sudah meminta bantuan Mak Tua Ida untuk mencarikan katering yang halal untuk hidangan malam ini. Buat apa pula kau memesan katering, Artha? Biar aku saja yang akan mengantar makanan ke sana. Bagaimana dengan perlengkapan makannya, Kak? Aku akan bawa semua dari sini, tenang sajalah, Kau. Ya Tuhan ... berapanya biayanya, Kak? Biar aku dan bang Goklas siapkan. Tak adanya itu, biar aku yang menanggung semuanya. Kau terima beres sajalah. Tak enaknya aku, Kak. Merepotkan sajanya kerjaan kami ini. Erli

