> Jakarta, 2019 Perasaanku benar-benar kacau saat ini. Tidak mungkin aku pulang ke rumah Farhat dan bertemu Ganesha dalam kondisi emosi belum stabil seperti sekarang. Aku memutuskan tancap gas menuju apartemen dan mengambil beberapa barang penting yang tertinggal di sana. Aku tidak lagi peduli Fandi akan mencari dan menemukanku di sini. Aku sudah teramat lelah lari terbirit-b***t seperti pengecut. Sudah waktunya bagiku untuk menghadapi Fandi dan kenyataan pahit kalau dia sudah mendapatkan penggantiku. Hampir dua jam aku di sini dan sudah merasa sedikit tenang. Artinya aku sudah bisa kembali ke rumah Farhat untuk melihat keadaan Ganesha. Bel apartemenku berbunyi sekali. Aku beranjak menuju pintu. Dari peephole aku dapat melihat sosok laki-laki yang kutebak adalah Fandi. Denga

