> Setelah menyelesaikan pekerjaan hari ini, gue bergegas ke apartemen Janny. Berkali-kali gue menekan bel, tapi nggak ada tanda-tanda Janny akan membukakan pintu. Gue mulai gelisah dan emosi mulai tersulut. Sampai akhirnya segala keresahan gue lenyap seketika begitu melihat Janny keluar dari lift dan melangkah menuju unit apartemennya. Dia sepertinya nggak kesulitan sama sekali dengan tangan kanan menenteng kantong belanjaan dan tangan kiri menggendong seorang balita yang sepertinya sedang terlelap. Apa yang dibawa Janny di tangan kirinya membuat gue gagal fokus. Sampai tepekur di tempat gue berdiri dan membiarkan Janny kesulitan dengan bawaannya. "Kok jam segini udah pulang? Aku belum nyiapin apa-apa untuk makan malam," tegur Janny ketika sudah sampai di hadapan gue. Barula

