Janny: Bulan kedua di awal tahun ini, Fandi mengajakku ke Bandung. Dia sudah menceritakan tentang aku kepada Papa-nya. Dan sekarang Papa-nya itu ingin bertemu langsung denganku. Ini adalah suatu bukti yang ingin Fandi tunjukkan kepadaku, bahwa dia tidak main-main dengan hubungan ini. Ya Tuhan, aku harus bagaimana? Ini pertama kalinya bagiku. Selama perjalanan ke Bandung, Fandi tidak mau melepaskan tanganku dan sesekali memandangiku dengan tatapan lembutnya. Sorot matanya seolah mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja. Dan tentu saja hal ini menjadi obat paling mujarab yang bisa membuat perasaanku sedikit tenang. Rumah Papa-nya ternyata jauh dari pusat keramaian kota Bandung. Lebih tepatnya dekat dengan kebun teh di daerah Lembang. Mobil Fandi memasuki pekarangan

