14. Seperti Bom Waktu (2)

1716 Words

> Jakarta, 2018 Gue pernah dengar kalau melupakan wanita ya harus dengan wanita. Entah siapa yang membuat prinsip bodoh itu. Gue lah, siapa lagi. Kepergian Janny membuat gue lupa kapan terakhir merasakan yang namanya o*****e hebat. Nggak ada satu pun perempuan yang pernah gue bawa lagi ke atas ranjang hangat apartemen gue. Rasanya nggak rela saja kalau ada perempuan lain yang gue ajak tidur di atas ranjang yang biasa Janny tiduri. Kalaupun gue pengin, ya gue bisa melakukannya di mana pun asal bukan di apartemen gue. Gue nggak mau aroma tubuh Janny yang tersisa di ranjang maupun setiap sudut ruangan ini terkontaminasi oleh perempuan mana pun. Bahkan setiap kali rindu Janny, gue cuma duduk tanpa melakukan apa pun di setiap sudut apartemen yang pernah gue jadikan tempat bercin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD