Chapter 46

504 Words

Bian menarik rambutnya frustasi.  "ARRRGHHHH!" Teriaknya menggema di seisi kamar.  Bian menatap tajam Tamara.  "Yang ada di pikiran lo itu apasih!" ujar Bian dengan wajah marah.  Tamara menatap takut Bian.  "Kamu masih gak mau ngakuin perbuatan kamu Bian?" Kini Tamara menangis lagi.  "Gue gak lakuin apa-apa!" teriaknya.  "Gue baru bangun dan tiba-tiba lo cium gue!" "LO JEBAK GUE PAKE CARA MURAHAN KAYAK GINI!" Teriaknya. Kini Bian terlihat sangat marah hingga urat di lehernya terlihat.  Tamara menatap Bian dengan wajah sedihnya, "Aku butuh kamu. Aku gak punya siapa-siapa lagi." "Gue niat bantuin lo! Tapi lo malah bikin istri gue benci lagi sama gue!" "Lo tau gak sih! Butuh waktu lama gue buat bersatu sama Ivy. Dan dengan mudahnya lo hancurin gitu aja! Mikir gak sih lo!" Tamara m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD