Chapter 23

782 Words

Dua minggu berlalu, Bian masih saja bersikap acuh pada Ivy. Dan Ivy masih bisa bersabar.  "Gue harus gimana Meg?" tanya Ivy lesu. Sekarang ia berada di kafe.  "Gimana apanya?" tanya Megan bingung. Pasalnya Ivy dari tadi cuma melamun dan tiba-tiba nanya begitu.  Ivy menatap Megan, lalu Ia menjawab, "Supaya cantik," dusta Ivy.  Megan nampak menimang-nimang sambil mengetuk jarinya di dagu, "Cantik sih relatif. Tergantung pandangan si cowok, dia liat lo dari segi mananya. Karena gak semua cowok punya pandangan yang sama." Ivy mengehela napas kasar.  "Kenapa lagi sih! Berat banget beban hidup lo," ujar Megan.  "Lo belum kasih Bian haknya?" tanya Megan sambil menutup mulutnya terkejut.  Ivy memukul tangan Megan pelan, "Udah," gumam Ivy malu-malu.  Megan tersenyum menggoda, "Pantesan ya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD