Chapter 17

647 Words

Bian menunduk, menatap Ivy yang berada di pelukan nya. Perlahan Ivy mulai membuka matanya.  Tangan kiri Bian memegang dahi Ivy yang hangat.  "Udah sembuh," kata Ivy sambil menurunkan tangan Bian yang berada di dahinya.  "Minum obat, sekali lagi." Ivy menggeleng, "Nggak. Nggak pokoknya." "Mau pake cara kayak semalem?" tanya Bian sambil menaik turunkan alisnya.  Ivy memukul pelan bahu Bian, "Jangan macem-macem lo." Katanya ketus.  Alis Bian terangkat sebelah, "Macem-macem gimana? Lo kan istri gue." Ivy terdiam tidak dapat menjawab. Memang benar ia istrinya.  Ivy melepas tangan Bian yang memeluk nya erat, "Gue mau ke kamar mandi." Katanya, lalu duduk di kasur. Dan berjalan menuju kamar mandi.  Bian tersenyum tipis setelah Ivy masuk ke dalam kamar mandi.  Setelah keluar dari kamar m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD