46. Kebenaran sesungguhnya Yasmin duduk dengan tubuh sedikit gemetar, mendekap tubuh mungil Clarissa di sampingnya. Dia baru saja mendengar satu kenyataan amat menyakitkan yang selama ini tak pernah terlintas di benaknya. Tamu tak diundang yang tiba-tiba datang ke rumahnya siang ini, mengaku sebagai ayah kandung dan nenek Clarissa. Yasmin berusaha keras untuk tidak meneteskan air mata. Semata tidak ingin menunjukkan kesedihannya pada Clarissa. Dia membuka bibir, berusara serak. "Nami, tolong ajak Clarissa tidur siang." Dia kemudian mengulas senyuman, menatap Clarissa yang berkedip ke arahnya. "Cla bobo siang dulu, ya." "Nggak mau. Mau di sini nemenin Mama." Clarissa menggeleng tegas. "Mama berani sendiri, kok. Ini kan, udah jam tidur siang Clarissa." Yasmin mengusap puncak kepala

