Saat ini sedang ada acara di rumah pasangan suami istri yaitu Sofyan dan Aisyah, acara tersebut adalah acara arisan ibu-ibu. Kok arisan ibu-ibu di rumah Aisyah? Yaaa karna Aisyah lah yang mendapatkan arisan tersebut.
Ramai sekali tamu yang datang dan duduk di karpet yang sudah di sediakan. Sang ustadz pun sudah ada di antara mereka. Kenapa ada ustadz? memang Sofyan tidak bisa pimpin doa?. Sofyan bisa sangat bisa, karna dia lulusan pesantren dulu dan ayah Sofyan adalah guru agama juga di daerah nya. Tetapi Sofyan tidak meneruskan masa depan nya ke jenjang agama, sofyan sangat menyukai bisnis makanya dia tidak menjadi ustadz atau pun guru keagamaan.
Dan mengapa tidak Sofyan saja yang memimpin doa di acara itu?. Karna Sofyan menghargai ustadz di daerah rumah nya itu.
Singkat waktu acara pun sudah penghujung acara doa dan yasinan sudah selesai. Tinggal acara pengocokan undian arisan yang akan mereka lakukan selanjutnya.
"Ibu-ibu ini Tika kocok yahh sampe crot- ehh sampe crot" Ucap bu tika menghibur dengan pura-pura latah nya.
Ibu-ibu lainya pun hanya tertaws dengan lelucon yang bu Tika buat. Yaa sama hal nya dengan Aisyah dia juga tertawa sama seperti ibu-ibu yang lain sambil menggelengkan kepala nya tidak menyangka kalo bu Tika bisa se vulgar itu.
"Ayo bu silahkan di kocok" Ucap ustadz.
"Ehh ustadz mau di kocok?." Tanya bu Tika.
"Astagfirullah, itu buu undian nya yang di kocok." Ucap ustadz sambil tersenyum.
"Ihh kirain teh mau di kocok. Tapi tadz kalo mau di kocok mampir ke rumah yaa hahahaa." Ucap bu Tika sambil mengedipkan sebelah mata nya.
"Wahh bu Tika lama-lama bahaya nih"
"Kita sembelih aja mulut nya hahaha"
Ucap ibu-ibu yang lain.
Semua pun bercanda ria Aisyah pun juga termaksud. Kenapa Aisyah bisa ikut arisan ibu-ibu padahal usia nya masih terbilang muda dan belum mempunyai anak?. Yaa karna Aisyah tidak ingin menjadi introvet dan nolep, dia ingin bergaul tetapi dia menyesuaikan diri karna sebenarnya masih banyak teman-teman dia yang muda, tetapi dia sadar dia sudah menikah makanya bergaul dengan ibu-ibu agar tidak terbawa dengan dunia-dunia anak muda yang menyesatkan.
"Ayo-ayoo Tika mulai nih yaa." Ucap bu Tika.
Krocok.... krocok.... (Anggap bunyi kocokan arisan.) Bu Tika mulai mengocok undian arisan.
"Ehh keluar deh putih-putih nya." Ucap bu Tika yang langsung mendapatkan pelototan dari ustadz.
"Hehehe ini tadz kertas nya maksud nya kan warna nya putih." Ucap bu Tika cengengesan.
Sang ustadz hanya bisa geleng-geleng pala melihat perlakuan bu Tika. Dan yaa sang ustadz sangat melarang sekali istri nya bergaul dengan bu Tika, dia hanya mengizinkan istri nya bergaul dengan teman-teman istri waktu di pesantren, dan Aisyah karna mereka satu aliran dalam hal sama-sama orang yang mengerti tentang agama.
"Ibu-ibu ini yang dapet bu Sumi, jadi bulan depan di rumah bu sumi yaa ibu-ibu." Ucap bu Tika memberi tau ibu-ibu yang lain.
"Baik karna sudah keluar siapa yang dapat, saya tutup acara ini dengan Alhamdulillah karna Allah telah melancarkan acara ini sampai akhir. Dan selamat menikmati hidangan tuan rumah buat ibu-ibu sekalian. Mohon maaf saya tidak bisa ikut menemani ibu-ibu semua makan karna ada kepentingan di rumah. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh." Ucap ustadz serta salam nya.
"Waalaikumsalam Warahmatullahi wabarakatuh." Balas salam ibu-ibu.
"Ustadz tunggu sebentar." Ucap Aisyah menahan kepergian ustadz.
"Ini ustadz makanan sudah saya siapkan. Saya tau ustadz tidak bisa lama karna istri sedang sakit, dan ini titipan dari mas Sofyan buat ustadz. Terimakasih telah mau mengisi acara dan memimpin doa di acara ini ustadz." Ucap Aisyah kepada ustadz dengan mengasih bungkusan makanan dan sebuah amplop.
"Aduh Syah repot-repotin aja make segala di bungkusin hahaha, baik saya terima dan terimakasih atas pemberian nya. Bilang ke suami kamu mohon maaf saya tidak bisa berlama-lama di sini." Ucap Ustadz.
"Iya Ustadz nanti saya sampaikan." Ucap Aisyah.
"Baik ibu-ibu semua saya permisi pamit Assalamu'alaikum." Salam ustadz dan pergi keluar rumah Aisyah.
Singkat waktu semua ibu-ibu telah pulang dan hanya menyisakan beberapa ibu-ibu yang lain yang ingin membantu Aisyah membereskan rumah bekas acara tadi. Dan di antara ibu-ibu itu ada bu Tika.
Saat Aisyah sedang mengangkati piring-piring dan gelas kotor bu Tika pun menghampiri nya. "Neng Aisyah ibu kebelet pipis nih, dimana ya toilet nya?." Tanya bu Tika.
"Aduh bu Tika kamar mandi belakang sedang di pakai bu Tari pup, eee ibu ke kamar mandi yang ada di kamar saya aja deh nanti saya suruh mas Sofyan keluar dulu." Ucap Aisyah.
"Cepetan yaa Neng ibu udah kebelet banget nih." Ucap bu Tika.
"Iya bu sebentar ini saya lagi telfon, males ke atas soalnya saya hehe." Ucap Aisyah.
Lama tak mendapatkan balasan sang suami Aisyah pun berpikir kalo sang suami sedang tidur.
"Ibu langsung ke kamar saya aja bu ada di atas, mas Sofyan lagi tidur kaya nya." Ucap Aisyah mengizinkan.
"Gapapa nih Syah? nanti suami kamu godain ibu loh hihii." Ucap bu Tika.
"Hahaha suami saya gaakan menggoda dan gaakan tergoda bu, inshaallah." Ucap Aisyah sedikit ketus.
"Hihii iya juga sii, yaudah ibu pinjem toilet nya yaa sebentar." Bu Tika pun langsung menuju lantai atas untuk ke kamar mandi Aisyah.
Yaa Aisyah punya alasan mengapa menurut dia aman mengizinkan orang lain masuk kamar nya walaupun ada sang suami di dalam. Karna dia pikir suami nya benar-benar tidur dan saat sedang tidur sang suami akan membungkus rapat badan nya dengan selimut sehingga tidak terlihat, dan bu Tika orang kaya jadi tidak mungkin mengambil barang di kamar nya.
Saat sedang sampai pintu bu Tika pun main masuk saja karna itu lah kebiasaan jelek yang selalu dia lakukan, tetapi baru setengah membuka pintu dia melihat Sofyan sedang telanjang bulat untuk mengganti pakaian nya.
Bu Tika kembali merapatkan sedikit pintu tapi tetap terbuka untuk dia melihat nya. Rezeki tidak boleh di sia-sia kan.
Dan yaa apa yang ingin dia lihat pun akhirnya terliha., Sebuah p***s punya Sofyan yang ukuran nya yaa lumayan besar lah di banding cowo-cowo indo lain.
Yaa walaupun bu Tika pernah merasai p***s yang lebih besar di banding punya Sofyan dia terangsang dengan perut sixpack Sofyan dan s**********n nya yang bersih dan basah itu.
Bu Tika memang mempunyai fetish aroma s**********n pria. Apalagi keringetan menurut dia seperti bau yang aduhai indah nya.
Dan saat Sofyan sudah memakai celana bu Tika pun merapatkan kembali pintu nya secara perlahan.
Toktoktok.... Ketuk bu Tika.
"Eeee sofyan ini bu Tika, bu Tika mau meminjam kamar mandi sebentar dan sudah sama Aisyah tadi." Ucap bu Tika.
"Ohh iya bu sebentar."
"Maaf bu sudah lama menunggu di luar?." Tanya Sofyan.
"Ini baru sampai sini dek Sofyan, ibu pinjem kamar mandi yaa udah ga tahan soalnya." Ucap bu Tika dan langsung masuk ke kamar mandi.
"Astagfirullah se kebelet itu kah?." Ucap Sofyan dan menggelengkan kepala.
Yaaa memang Tika sangat kebelet buang air kecil, di tambah dia merasakan rangsangan tadi jadi kebelet nya tambah-tambah.
Saat sudah selesai bu Tika pun melihat-lihat se keliling kamar mandi dan terlihat sebuah pakaian dalam pria.
"Ini pasti sempak Sofyan." Ucap bu Tika
Dan bu Tika pun mengambil dan menghirup aroma cd pria itu dalam-dalam.
"Hmmmm mmmmhhhh ahhh.... Aroma nya masih terasa sekali ini pasti baru di ganti tadi." Ucap bu Tika.
Hal itu semakin membuat diri nya terangsang dan kembali membuka celana nya dan memakai cd pria itu dan di selipkan di antara belahan depan dan belakang.
Dan bu Tika melepas cd itu lalu dia kembali duduk di closset mengangkangkan kaki nya dan mengesekan bawahan cd itu dengan v****a nya.
"Ssshhh ahhh Sofyannn.... ini kenang-kenangan dari aku ahhhh.... biar aroma kontolmu menyatu dengan aroma memeku sayanghhhh mmmhhh ssshhh..." Ucap bu Tika vulgar.
Bu Tika terus menggosokan cd itu sampai miss v nya basah oleh cairan.
Bu Tika menghentikan aksinya bukan karna sudah puas atau sudah o*****e, tetapi dia tidak ingin Aisyah dan Sofyan curiga karna dia lama di kamar mandi mereka.
Bu Tika pun keluar kamar mandi dan melihat foto di bingkai kecil yang berada di meja kerja.
Foto itu foto Sofyan sambil memegang tasbih.
"Suatu saat tangan alim mu akan menjelajahi tubuh ku dek Sofyan ganteng." Ucap bu Tika yakin sambil memandang foto itu.