Seluruh tubuh Abi di penuhi dengan keringat, pukulan dan tendangan dia arahkan pada samsak yang tergantung di tengah ruang rahasianya. Beralih pada alat panah dengan cepat Abi membuat panah- panah itu melesat tepat pada titik yang ada di tengah-tengah benda berbentuk bundar yang sengaja di tempel di dinding. Nafas nya tersengal, lalu seperti biasa setelahnya Abi membaringkan tubuhnya di lantai, mengepalkan tangannya Abi merasa dia tak berdaya, memiliki istri tiga dan hanya bisa diam di balik topeng lembut yang selalu dia tunjukkan, mereka tidak tahu betapa tertekannya dia, saat tak bisa meluapkan emosinya. Setiap hari yang Abi jalani selalu penuh kewaspadaan, dan kehati- hatian, hingga dia bertemu Harum, lalu menikahi gadis itu, hanya saat bersama Harum dia bisa menjadi lebih tenang, le

