Barra sudah siap berangkat, pakaian pun sudah rapi tetapi saat hendak keluar dari kamar anak-anak, ia tiba-tiba saja terpikirkan sesuatu. Dasi yang sudah melingkar dengan benar di leher, ditariknya kembali. Pria itu keluar, menghampiri anak dan istri yang sudah menunggu di meja makan. "Bisa tolong pakaikan?" tanyanya, menyodorkan kain panjang itu pada ibu dari anak-anak. Annisa yang tengah berdiri dan baru selesai meletakkan gelas berisi air putih, menoleh lalu menatap tajam pada suaminya, tanpa mengatakan apa pun. Barra maju, lebih dekat. "Bukankah kamu sendiri yang bilang kalau kita harus terlihat akur di depan anak-anak?!" bisiknya yang hanya bisa didengar oleh mereka berdua. Dengan ekor mata Annisa melirik ke arah Kenzo dan Keandra yang sedang menatap ke arah mereka. Barra terseny

