76 | Penguntit?

1027 Words

Dalam hati Lydia tersenyum puas melihat raut wajah para gadis yang terlihat terkejut itu. Kini ia mengerti kenapa tidak pernah dilibatkan dalam grup yang ada di kantornya. "Bu-Bu Lidya! Siang, Bu. Tumben Ibu makan siang di kantin," sapa salah seorang karyawati yang berhasil menguasai kesadaran setelah sebelumnya merasa terkejut sama seperti teman-temannya yang lain. "Kenapa? Memangnya saya gak boleh, ya, makan siang di kantin?" "Oh. Bo-boleh kok, Bu. Cuma tumben aja," cengir karyawati tadi. "Maksudnya tumben saya memergoki kalian lagi gosip?" sindir Lidya. Beberapa orang karyawati yang duduk di satu meja itu menelan saliva seraya saling memandang satu sama lain. Tentu saja mereka khawatir gadis yang mereka kenal sebagai sekretaris bos besar mereka itu mengadu dan mereka berakhir denga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD