“Kau benar-benar tidak tertarik dengan lelaki itu, Key? Ayolah, aku bahkan rela memberikan keperawananku padanya. Dia sangat hot dan juga berkarisma. Tidak pernah aku menemukan lelaki dengan wajah yang sangat sempurna seperti dia!”
Ocehan gadis berambut sebahu itu membuat Key menaikkan perhatiannya. Matanya yang cantik menatap lurus pada Edward. Lelaki yang semenjak 1 hari lalu menggemparkan seluruh kampus mereka. Meskipun isu bahwa Edward tidak bisa melihat, hal itu tidak menjadi penyebab pada gadis menyerah untuk mendekatinya.
Di lihat dari sisi manapun, Edward memang sangat sempurna. Rambutnya cepak, rahangnya berbentuk L, itu adalah tipikal rahang yang begitu sempurna. Selain itu, bulu-bulu halus yang tumbuh di sekitarnya cukup untuk membuat para gadis menjerit.
Tepi Key berbeda. Dia melihat sesuatu yang lain dari lelaki itu, tidak hanya itu, dia juga bisa mencium aroma lavender dari Edward jika tidak sengaja berpapasan darinya.
“Jangan terlalu banyak menghayal, Mita. Sebaiknya lekas kerjakan laporannya, atau jika tidak kau akan mengulang untuk semester depan!”
Mita berdecak sebal, namun hanya sepersekian detik sebelum gadis itu kembali membuat heboh. Mita berteriak keras bersama dengan beberapa wanita lainnya, saat Bella—the Most Wanted girl, di kampus mereka berjalan ke arah Edward dan duduk di depannya.
“Aduh…aduh, Bella kayaknya uda tertarik juga nih sama Edward. Kamu mau dengar gak? Aku mau kesana soalnya!”
“Ck. Kerjakan laporanmu dulu, deadline pengumpulannya tinggal sebentar lagi, apa kau mau mengulang lagi?”
Tidak ada respon dari Mita, membuat Key mengalihkan perhatiannya. Decakan gadis itu kembali terdengar, dia hanya bisa menggelengkan kepalanya saat menatap kerumunan yang terjadi. Seorang lelaki mengambil tempat duduk di depan Key.
Wajahnya rupawan, tidak berbeda jauh dengan Edward sebenarnya. Namun semua sudah mengenal jika Hansen—lelaki yang duduk di depannya kali ini, adalah seorang yang sangat playboy. Selalu gonta ganti pacar. Bahkan ada beberapa gosip mengenai Hansen.
Gadis yang dia kencani, tidak akan pernah terlihat lagi setelahnya.
Key tahu hal itu, tidak hanya tahu, tapi dia sangat paham alasan kenapa gadis-gadis yang Hansen kencani akan menghilang tanpa jejak.
“Nona….”
“Kau mau mati?”
Ancaman Key membuat Hansen menundukkan kepalanya hormat. Dia tidak berani membantah perkataan seseorang yang statusnya lebih tinggi darinya. Hansen bahkan tidak berani untuk menatap Key tepat di netra gadis itu.
“Maksud saya, Key…aku sudah mencari semua data mengenai lelaki itu. Dia tinggal di daerah kampus, orang tuanya tidak memiliki riwayat yang spesial. Singkatnya, tidak ada yang patut di curigai mengenai pemuda itu.”
Gadis itu memainkan pulpennya. Key Watson bukanlah manusia, dia adalah putri Lucifer yang diusir dari kerajaan kegelapan karena terlalu sering melanggar peraturan. Tahun ini adalah tahun terakhir hukuman Key akan berakhir. Jika dia berhasil menyelesaikan semuanya dengan baik, maka dia bisa kembali ke kerajaan.
Hansen, tangan kanan yang ditugaskan oleh ayahnya. Key sebenarnya tidak terlalu butuh pemuda itu, namun karena itu adalah perintah, jadi tidak ada yang bisa Key lakukan. Mengenai gadis-gadis itu, Hansen memang menyetubuhi mereka. Jiwa mereka akan menghilang, dan lenyap. Jadi itulah alasan kenapa gadis-gadis yang Hansen kencani akan menghilang tanpa jejak. Singkatnya, karena Hansen juga adalah seorang iblis.
“Nona…aku mohon jangan terlibat dengan orang manapun saat ini. Anda pasti mendengar mengenai perang di dunia paralel. Aku yakin jika dia pasti mengutus anak buahnya untuk mengawasi bumi juga. Ini bukan daerah kekuasaan kita, dan tolong pikirkan kembali, sedikit lagi, maka Anda sudah bisa kembali ke kerajaan!”
Itu benar. Key memang tahu perang besar yang baru saja terjadi di dunia paralel. Bahkan saat Key di sini, dia melihat beberapa penyihir hitam yang berusaha untuk bersembunyi. Sayangnya, tidak mungkin penguasa di dunia immortal membiarkan mereka.
“Aku tahu, kembalilah dan jangan membuatku menjadi bahan perhatian!”
“Baik nona, satu lagi…” Hansen mengambil surat dari balik kantongnya, “ini ada surat dari yang Mulia Lucifer, Yang Mulia mengirimi Anda pesan. Saya pamit undur diri dulu, nona!”
Hansen berlalu, bersamaan dengan terdengarnya gosip-gosip dari tempat duduk di belakang Key. Mengingat jika posisinya saat ini adalah berada di kantin, jadi pasti ada saja mata yang mengamatinya.
Kerumunan itu sudah tidak lagi seramai tadi. Aku sedikit penasaran dan mengintip sejenak. Andai saja lelaki itu tidak cacat, maka mungkin Key bisa salah tingkah karena sudah diperhatikan sejak tadi. Mita sudah kembali dengan wajah cerah.
“Edward memang sangat luar biasa. Dia menolak Bella dengan sekali ucapan yang menusuk. Lelaki itu sangat dingin, aku jadi penasaran mengenainya. Dia juga tidak punya teman di sini, aku jadi merasa kasihan melihatnya!”
“Aku pergi dulu, Mita. Ada sesuatu yang harus aku lakukan!”
“Key…kau mau kemana? Laporanku masih setengah jadi, dan Oh My God, deadlinenya tinggal 10 menit lagi. Key…dasar anak durhaka!” Mita berteriak keras, dipenuhi dengan kekesalan saat Key sama-sekali tidak merespon.
Dan terjadi lagi, saat Key lewat dari samping Edward, dia bisa mencium aroma memabukkan itu. Rasanya benar-benar membuat Key ingin terus berada di dekat pemuda itu. Sadar jika dia sudah membuat gosip, Key lekas berlalu dan pergi.
Berbeda dengan Hansen, jika Hansen adalah seorang iblis yang sama seperti Key. Namun tidak dengan Mita, gadis itu adalah manusia biasa yang terjebak dalam pertemanan bersama Key. Gadis itu juga tidak tahu mengenai Key yang latar belakangnya adalah seorang iblis.
“Kau mendapatkan yang baru, Hansen?”
“Dia bersedia datang pukul 10 malam nanti, bersenang-senanglah. Lelaki itu termasuk cukup sesuai dengan standar Anda!”
“Baguslah!” Key menyeringai, lalu lekas berjalan lagi. Dia tidak berbeda jauh dengan Hansen, tubuh mereka tidak akan bertahan jika tidak mengambil energi kehidupan daripada manusia. Dan untuk mendapatkan itu, maka mereka akan melakukan penyatuan.
Singkatnya, mereka akan bercinta dengan sangat panas. Lalu usai melakukan itu, tubuh lawan mainnya akan kehilangan energi secara mendadak. Perlahan namun pasti, tubuh mereka juga akan lenyap.
Key lekas pergi, dan tidak menyadari bahwa ada sepasang telingan yang mendengar percakapan itu dengan sangat jelas. Usai memastikan gadis itu sudah pergi, Edward keluar dari tempat persembunyiannya. Dia merasa khawatir bahwa gadis dengan aroma lavender yang memabukkan itu bukanlah orang biasa. Edward berusaha untuk mecerna apa maksud dari perkataan mereka. Namun Edward segera pergi, dia tidak ingin ikut campur dalam urusan yang tidak penting.
Edward hanya ingin melakukan satu hal di sini–bumi, tempat ia besar dan juga menghabiskan masa-masa pentingnya.