37 | Sebuket Daffodil

1951 Words

Hari berlalu seperti selayaknya. Bulan dan mentari masih terus bergantian tugas. Mengisi separuh hari dengan sinarnya. Membuat siang hari yang panas namun nampak sempurna dengan pancaran sang surya, dan malam hari yang dingin terasa lebih indah dengan sinar bulan serta kerlipan bintang. Satu hal yang disadari jika sang waktu terus bergulir. Terasa sangat cepat walaupun semua itu bekerja sesuai temponya. Membuat kejadian-kejadian tidak terduga terus dirasakan dengan nyata. Sabiya menghela napas lega. Baru beberapa detik lalu wajahnya memucat dengan perasaan gugup. Debaran jantung yang kian kencang bersamaan dengan mulutnya yang terus memaparkan materi tugas akhirnya. Berdiri seorang diri di hadapan tiga dosen yang mengujinya. Dengan tatapan mata yang terlihat lebih tajam dari sebelumnya.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD