46 | Surat dari Mira

1278 Words

Sabiya terpaku. Tatapan matanya masih terus menyorot pada deretan tulisan panjang yang nampak menghiasi kertas putih dalam genggaman. Mengisi hampir keseluruhannya yang sebagian besar berisi ungkapan hati yang selama ini terpendam. Jujur, Sabiya bingung harus merespon bagaimana. Mengingat hubungan keduanya tidaklah sebaik itu. Hampir seluruh pertemuannya dengan Mira hanya diisi saling adu pandangan tajam atau mencela dalam hati. Sabiya juga manusia biasa yang memiliki rasa benci terhadap sesamanya. Apalagi sikap Mira yang tidak pernah menyenangkan selama pertemuan mereka. Dua bulan magang yang didominasi oleh tatapan tajamnya serta senyuman miring yang meledek. Belum lagi soal hubungan Mira dan Alvaro yang berhasil membuat dunia Sabiya runtuh. Itu dulu, memang. Tapi bukankah Sabiya be

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD