Embusan napas untuk kesekian kali. Tidak bisa dipungkiri jika rasa gugupnya semakin jelas. Seiring dengan laju mobil Romeo yang semakin mendekati gedung fakultas. Hanya bisa meremas sepasang tangan dengan sesekali menggigit bibir bawah. Sabiya tidak pernah merasa secemas ini sebelumnya. Kegiatan bimbingan di hari-hari lalu terasa biasa saja. Mungkin karena hanya membawa satu bab dengan penegasan materi yang tidak begitu membingungkan. Kali ini benar-benar berbeda. Sabiya sudah menyelesaikan tugas akhirnya. Ini bimbingan terakhir, begitu harapannya. Jika saja dosen pembimbingnya tidak mengulik satu permasalahan lain yang mungkin belum ditemukan di hari kemarin. Membuatnya harus merelakan lembaran kertas yang membuat kepalanya pening. Berubah menjadi coretan revisi yang tidak ada habisnya

