Suara teriakan Jervan yang tidak sengaja ia dengar saat di kantor polisi tadi masih terus berputar di otak Leona. Wanita itu masih tidak menyangka jika Jervan akan semarah itu pada Joana. "Apa Jervan sudah benar-benar berubah?" Gumam Leona. Entah kenapa pertahanannya untuk tetap membenci Jervan perlahan runtuh. Wanita itu mulai bisa merasakan ketulusan Jervan yang ingin berubah menjadi lebih baik agar bisa memperbaiki semua kesalahannya. "Apa yang bagus Aku lakukan ? Apa Aku harus memberinya kesempatan kedua untuk berubah ?" Dengan cepat Leona menggeleng, Wanita itu berusaha menepis jauh-jauh pikirannya itu untuk memberi kesempatan kedua pada Jervan. Sudah cukup Pria itu menghancurkan hidupnya, Kepergian Ayahnya dan Calon anaknya sudah cukup membuatnya hancur, Leona tidak akan memberi

