"Selamat siang tuan Jervan," Sapa pradana pada Jervan yang sudah menunggunya beberapa menit di cafe tempat mereka janjian untuk bertemu. Tanpa menunggu di persilahkan untuk duduk, Pradana sudah lebih dulu mendudukan dirinya disalah satu bangku yang kosong. "Ada kepentingan apa Tuan Jervan mengundang saya untuk makan siang bersama ? Ini benar-benar diluar dugaan. Saya sangat senang mendengar tuan mengundang saya untuk makan siang bersama," Lagi, lagi Jervan hanya diam tanpa berniat menjawab pertanyaan pria yang duduk didepannya itu. "Tuan, tamu nya sudah datang," bisik Marvel. "Bawa dia kesini," Marvel mengangguk sebelum akhirnya menjemput tamu lain yang jervan undang juga. Hingga tak lama kemudian datanglah tamu utama yang sejak tadi di tunggu-tunggu. Jervan menyunggingkan senyumnya

