Part 8Hati yang Mendua “Kenapa ke sini lagi?” tanya Andini pelan. “Mau minum kopi buatan kekasihku lah.” Ardi dengan cuek melangkah masuk. Tangan usilnya masih sempat mencolek pipi mulusnya Andini. Colekan itu sukses membuat wajah Andini merona merah. Apalagi kemudian pria itu dengan santainya melepas jaket jeans-nya sambil duduk di kursi tamu. “Kok bengong! Ayo bikinin aku kopi dan mi goreng.” Ardi menaikkan kaki panjangnya di atas kaki satunya. Menyandarkan tubuh kekarnya di sandaran kursi dengan mata menatap tajam ke arah Andini yang juga sedang menatap pria yang kini hanya memakai baju kaos ketat dan tipis. Menampakkan otot-otot tubuhnya yang bertonjolan. Andini menelan ludahnya, ia benar-benar bingung akan sikap Ardi. Pria itu seperti tahu akan isi hatinya yang tidak tahu malu sud

