Han Rae menatap kosong keluar jendela mobil. Suasana mobil begitu hening, Yongtae sendiri tidak punya niat untuk memulai pembicaraan. Namun tak lama, pria itu akhirnya buka suara juga. "Seperti kata Dokter, jangan dipaksakan, tunggu beberapa bulan dulu baru dicoba lagi." Ujar Yongtae. "Terlalu lama." Gumam Han Rae. "Lalu kau mau keguguran sampai berapa kali?" tanya Yongtae, yang lebih tepat sebagai sindiran. Han Rae hanya terdiam. Yongtae menghela napasnya. "Kau harus bersabar, semua ada prosesnya. Atau kau mau adopsi anak?" tawar Yongtae "Tidak perlu." Balas Han Rae. "Lalu maumu apa? Kau jangan murung begini. Aku jadi bingung harus bersikap bagaimana." Yongtae benar-benar frustasi. "Aku hanya butuh ketenangan dan menyendiri sekarang. Kau tidak perlu melakukan apapun." Kata Han Rae

