34

1736 Words

Karina memegangi keningnya. Ia merasa pusing sekaligus penat. Datang pagi-pagi ke kantor, tidak sempat sarapan, dan menyiapkan sarapan juga bekal untuk Jason. Hanya untuk merevisi laporan-laporan yang Lucas buat. Laporan-laporan itu kacau balau, bahkan Woojung sampai kelepasan marah padanya. "Lucasnya diurus! Aku benar-benar pusing dengan hasil pekerjaannya. Gajinya akan aku potong 90%, atau sekalian tidak usah di gaji selama dua bulan!" Karina mendengus. "Memangnya Lucas anakku apa? Pakai aku urus segala?" Gerutu Karina. Pintu ruangannya tiba-tiba di ketuk, membuat Karina otomatis mengangkat kepalanya. "Masuk!" Seru Karina. Pintu ruangannya tak lama terbuka. Trolley berisi makanan, dan dua buah cangkir kopi tiba-tiba terdorong masuk ke dalam ruangannya. Karina terkejut melihatnya, n

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD