"Pagi," sapaan dari lelaki yang duduk di ruang tamu membuatku melebarkan mata. "Bapak ngapain disini?" tanyaku pada Zionino. Jam dinding menunjukkan pukul setengah enam, sepagi ini dia sudah duduk di ruang tamuku. Mengagumkan. "Jemput kamu," jawabnya. Aku mendekatinya dengan wajah tak percaya. "Bapak sehat?" tanyaku yang sudah duduk di sampingnya. Ia tersenyum. "For you," katanya sambil memberikan sebuket mawar merah kepadaku. Aku menatap mawar yang ia berikan. "For me? Are you kidding?" tanyaku benar-benar tak percaya dengan apa yang kulihat. "Yes, marry me, please," katanya lagi. Dia melamarku pakai bunga mawar? Enggak ada logam mulia atau berliannya? "Rifa, ayo sarapan dulu, ini di bawain sarapan nih sama Nino," suara ibu terdengar dari dapur. "Selain bunga, bapak nyogok s

