Part 20

1315 Words

L ampu meja menjadi satu-satunya penerang saat aku membuka mata, aku bangun dari sofa yang menjadi tempatku merebahkan diri. Dengan mata yang masih setengah terjaga kulihat jam di ponsel menunjukkan pukul 1 dini hari dan ada satu pesan masuk yang belum sempat k****a ternyata. Tadinya akuningun membuka pesan tersebut, tapi sepertinya besok saja. Aku harus memanfaatkan waktu yang kupunya untuk beristirahat sebelum nanti pagi berkegiatan lagi bersama Zionino. Zionino? Oh iya, aku sedang di Malang bersama lelaki itu, dan ini kamarnya. Akh iya, aku baru ingat semalam aku yang sudah kekamar di panggil lagi oleh Zionino karena lelaki itu kembali mendengar suara-suara aneh. Sempat menolak tapi karena ia memberi potongan pada hutangku akhirnya aku mengikuti saja maunya, sampai akhirnya aku bera

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD