“Lo pasti ngerasa kayak kejatuhan bulan ya Rif, dapetin Nino,” kata mbak Sani. Aku baru saja selesai mengukur gaun pengantin di salah satu tempat perancang terkenal. Mama Zionino yang memilihkan dan mengatur jadwal pertemuanku dengan sang perancang, waktu yang kami butuhkan enggak sebentar, beberapa kali aku berganti gaun, dimataku semua gaun yang ada disana terlihat cantik dan mewah, sulit untuk memilih salah satu model saja. “Bukan bulan lagi mbak, dinikahin Zionino berasa miliki alam semesta,” jawabku membuat mbak Sani tertawa. “Lo kok mau sih bantuin gue ngibulin Zionino waktu itu?” tanyaku penasaran. Sejak kejadian itu aku memang belum sempat menanyai mbak Sani perihal alasannya menjadi partner in crime-ku. “Biar Nino enggak mikirin si Lika mulu, sebel gue sama Nino yang bucinnya en
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


