Part 18

1620 Words

"Bapak baik-baik aja?" tanyaku saat melihat Zionino yang masih duduk di kursi kayu. Ia terlihat menarik napas panjang sambil memegangi d**a dan beberapa kali kulihat ia menepuk-nepuk telinganya. "Saya baik-baik saja, Rifa, tapi sepertinya kita balik ke villa aja," jawabnya. Aku mengangguk, lalu kami berjalan meninggalkan pesta yang masih ramai dengan sorak sorai para tamu melihat aksi kedua mempelai berdansa romantis. Dengan langkah yang tertatih aku berjalan sedikit lebih dulu dari Zionino, efek pakai sepatu berhak tinggi sepertinya kakiku lecet. "Tenggorokannya masih sakit pak?" tanyaku pada Zionino di belakangku. Tidak ada sahutan darinya. "Pak," panggilku sambil membalikkan badan. Kulihat punggung Zionino yang menjauh dariku, pantas aja enggak menyahut ia berjalan berlawan arah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD