PoV Ian) Aku mengambil gelas yang sudah kosong, mengisi dengan air bening dan kembali duduk di samping Ibu. Ibu memandangku dengan mata yang membesar dan marah menunggu jawaban dariku. Aku menarik nafas panjang dan memegang tangan Ibuku. Drama dimulai dari sekarang. "Ibu, sebenarnya Ibu kenapa? Apa yang membuat Ibu sangat marah dengan Dita dan keluarganya? Jujur aku bingung Bu, aku sayang dengan Ibu. Tapi ini terlalu berlebihan. Dita dan keluarganya adalah orang yang baik dan keluarganya juga sangat paham agama. Aku sendiri kagum dengan keluarga mereka Bu, dari dulu sampai saat ini keluarga mereka tidak berubah sedikitpun. Mereka tetap saling mendukung satu sama lain walau tanpa kehadiran seorang Ayah." "Ibu nggak suka aja, mereka itu keluarga yang berantakan Ian. Tidak ada sosok Ayah

