Bab. 9 Dia Datang

433 Words
Pagi ini aku sedang bersiap siap berangkat kesekolah. Seperti biasa, aki harus berangkat lebih awal, agar tidak terlambat kesekolah. Ayah ibu dan kedua adikku sudah menunggu untuk sarapan bersama. Tiba-tiba... ''Tok....tok..tok..'' pintu rumah terdengar diketuk seseorang. Ayah kunsegera kedepan... ''Eehh nak Adrian..ada apa pagi pagi datang kesini? kamu ga sekolah..?'' tanya ayah. ''Pagi om..maaf, saya kesininmau menjemput Serena om, biar kesekolahnya bareng saya, jadi ga perlu naik angkot lagi..'' jawabnya pelan. ''oooohh begitu, oh ya.ayo masuk dulu, kita sarapan bersama, kebetulan Serena dan adik adiknya lagi sarapan juga..ayi..''! ajak ayah. ''Selamat pagi semua..'' sapanya pada kami.. ''paa...gii...uhukk...uhukk...'' aku tersedak karena terkejut atas kedatangannya. Dia menepati kata katanya kemaren yang ku anggap tidak serius. ''pelan pelan kak makannya, ini minum dulu.'' kata ibu sambil menepuk nepuk punggung ku. ''ayo nak Adrian, duduk disini, ikut sarapan dulu..setelah itu barubkalian berangkat ke sekolah...'' ajak ayah pada Adrian. Dia menarik kursi yang ada disebelah ku, aku meliriknya sekilas dan dia 'Tersenyum'...apa aku tidak salah lihat..? dan oohh tidak..apa ini? kenapa jantungku semakin cepat dan rasanya wajahku sedikit panas...aku mengusap wajahku cepat cepat. Setelah sarapan aku pamit pada ayah dan ibu, begitu juga dengan Adrian. Dia berjalan didepanku, sedangkan aku terdiam dibelakangnya..saat kulihat dia datang dengan Motornya yang membuat aku jantungan.. '' Ya Tuhan, apa aku harus naik motor itu..? gimana cara duduknya, lagian nanti disekolah orang orang pasti akan melihat ku..oohh tidak..apa yang harus aku lakukan..?'' batinku. Dia seolah olah bisa mendengar keluhanku.. '' Ayo, buruan kita berangkat kesekolah, loe ga mau kan kita telat. Ga usah khawatir, klo loe takut diliat orang ntar gw turunin sebelum gerbang sekolah..ayo cepat sini, mau sampai kapan loe disitu..gw bantuin loe naik sini..'' ucapnya penuh ketegasan. Aku berjalan pelan pelan memghampirinya, sementara jantungku benar benar tidak bersahabat sama sekali. ''sini..'' ucapnya . meraih ranganku dan menariknya aga mendekat kearahnya. lalu.. ''pake ini dulu yah biar aman''..ucapnya sambil memakaikan helm dikepalaku. deg deg..deg deg..deg deg...'' aahh jantungku..tolong sabarlaahh'' kembali aku membatin. Dan dia memegang tanganku saat hendak naik kemotornya. Ini pertama kalinya aku sedekat ini dengan laki laki selain ayahku dan adik ku. Dia melajukan motornya.. ''hhmm bisa pelan pelan ga bawa motornya,sumpah aku takut..''cicitku dibelakangnya. ''kamu ngomong apa?'' ''aku ga dengar ucapnya. ''kalo lagi naik motor , loe harus teriak kenceng² ngomongnya, biar kedengeran..'' ''ow...'' jawabku sambil mengangguk. ''hhmmm..bisa prlan sedikit ga bawa motornya, solanya aku takut jatuh..'' kata ku lagi sedikit lebih kuat. tapi bukannya memelankan laju motornya, dia malah tertawa.. ''hahahaa, gw pikir mau ngomong apaan, klo loe ga mau jatoh, makanya pegangan doong..'' goda nya.. aaaahh aku semakin deg deg an..walaupun aku yakin dia hanya bercanda... >>>>>>>>>>
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD