Bab . 12 Tolong Jauhi Aku !

955 Words
''Hei..serena.., loe kenapa, kok diam sih..?'' dia menghadangku. Aku berhenti dan melihat ke sekeliling. Ya..aku sangat khawatir kalau mereka melihatku saat ini. Tiba tiba Adrian mengguncang bahuku ''hei, lo kenapa..kok.seperti ketakutan gitu'' tanya nya lagi. '' A..aku mau ke kelas, maaf..'' kataku tergagap. aku buru buru berjalan setengah berlari kecil untuk menjauh dari Adrian. Dikelas sudah ada beberapa teman sekelasku, tapi tak terlihat Bianca, Arumi dan Jasmin. aku lalu duduk dibangku dan menelungkupkan wajahku dimeja. aku menangis...yah aku menangis. Seumur hidupku walaupun aku tak pernah punya teman dekat, tapi tidak pernah juga ada yang berbuat kasar padaku, ini untuk pertama kalinya dalam hidupku diperlakukan seperti itu, dan itu membuat ku takut, aku masih gemetaran sampai tiba tiba kurasakan sebuah tangan menepuk bahuku..Aku terkejut dan hampir saja berteriak. Tapi syukurlah yang kulihat ternyata ketiga sahabatku. Mereka terkejut melihat wajahku yang sudah basah oleh air mata, Bianca langsung memelukku.. ''kamu kenapa..?'' tanyanya cemas ''aku..aku..takut, tolong jangan tinggalkan aku sendirian''.. jawabku Mereka heran melihatku yang seperti itu. ''hei..loe kenapa..siapa yang sudah bikin loe seperti ini, loe takut kenapa?'' cecar Arumi. Jasmin memberikan sebotol air minum..'' ini minum dulu, tenangin dulu diri loe Serena.'' katanya lembut. ''Loe jangan takut, ada kita disini'' kata Bianca masih memelukku. Setelah tangisku reda..''sekarang cerita deh, loe kenapa?'' tanya Arumi. Aku menarik nafasku agar rasa takut itu hilang. Lalu aku memceritakan semuanya pada mereka. ''b******k!!! kurang ajar banget tu anak, liat aja apa yang bakal gue lakuin ke dia'' kata Arumi geram. Aku memegang tangannya erat erat, takut kalau dia emosi dan melakukan hal yang tidak diinginkan. ''Jangan Arumi, aku takut kalau nantinya mereka akan semakin menjadi jadi. Untuk sekarang ini, aku mohon bantu aku agar Adrian menjauh dari ku, itu saja sudah cukup'' Pintaku memelas pada mereka. ''Aku ga mau punya musuh, karna aku ga suka kekerasan, aku sangat takut melihat orang orang berkelahi, jadi Arumi, please jangan berantem yaaa..??'' Mohon ku pada Arumi. Arumi terlihat sangat kesal.. ''heeeehh susah ya punya sahabat yang penakut kayak loe..'' gerutunya. Tak lama bell tanda masuk pun berbunyi. Kami duduk ditempat masing masing. Aku yang biasanya selalu perhatian saat pelajaran, tapi kali ini aku ga bisa mikir apapun, hanya ada rasa takut didalam.hatiku.. yaah takut, cemas, sedih, semuanya campur aduk. Beginikah rasanya dibully itu? sungguh tidak nyaman rasanya. Dan aku juga harus menjauh dari orang yang aku sukai... aahh ya, diam diam aku mulai menyukai Adrian..tapi beginilah takdirku. Aku harus menjauhinya, karena bagi gadia miskin sepertiku, mendapat kesempatan bersekolah disekolah bergengsi dan favorit ini adalah segala galanya, bagi ku dan juga bagi kedua orang tuaku. Aku tak kan mau menyia nyiakan semua ini, hanya gara gara perasaan suka pada seseorang. Yaaa aku memilih menjauh dari cinta pertamaku demi masa depanku. Bell Istirahat berbunyi, tak satupun pelajaran hari ini yang masuk kedalam kepalaku. Aaahh sungguh aku menyesal. ''Kantin yuk..'' ajak Arumi. Aku menggeleng..''Takut..'' jawabku. ''Loe ga usah takut, kan ada kita'' kata Jasmin sambil menngandeng tanganku, dan dianggukin oleh Bianca dan Arumi berbarengan. Kami berjalan beriringan. Aku digandeng Arumi, Bianca dan Jasmin berjalan dibelakangku. Mereka benar benar melindungiku. Tiba tiba dikejauhan kulihat Adrian dannteman temannya berjalan mendekat kearah kami. Aku memegang tangan Arumi kuat kuat, Arumi paham kekhawatiranku. Dia secara sengaja memutar arah ke menuju toilet perempuan, dengan begitu Adrian tidak akan mengikuti kami. ''ehh mau kemana'' tanya Jasmin yang kebingungan, lalu Bianca menepuk lengannya..'' iihh telminya ga hilang hilang ya, liat tuh..'' gerutu Bianca sambil menunjuk dengan dagunya. ''Aww..sakit Bee'' jawab Jasmin sambil melihat kearah yang ditinjuk oleh Bianca.''ooooh..ada dia rupanya, tapi ga pake nge geplak segala dong Bee, kan sakit..'' kata Jasmin merenggut. ''Salah siapa yang selalu telat mikirnya'' jawab Bianca lagi. ''iya..iya..maaf'' jawab Jasmin. Setelah merasa cukup lama didalam toilet, akhirnya kami putuskan untuk keluar, apalagi Jasmin sudah sangat rewel sedari tadi mengeluh lapar. Tapi begitu keluar dari toilet kami dikejutkan oleh Adrian yang ternyata tetap menunggu diujung lorong ke toilet. ''Kalian sengaja ya menghindar dari gue''? tanya nya penuh curiga. ''Bukan urusan loe.!!!!.'' jawab Arumi ketus. Adrian kaget dengan jawaban Arumi ''eh loe kenapa, lagi dapet ya loe, jutek amat'' kata Adrian. ''aahh udah minggir minggir..!! Seru Arumi sambil mendorong Adrian dan menarikku dengan cepat. Adrian tak mau kalah, dia dengan tiba tiba menarik tanganku ''loe ikut gue sekarang!! perintahnya. Buuukkk ....!!!!! tiba tiba Arumi menarik leher baju Adrian dari belakang dan membantingnya. Teman teman genk Adrian langsung berlari mendekat dan Azaki berusaha menahan Arumi yang saat ini sudah sangat marah. '' Loe cari mati ya, berani beraninya loe banting gue !! hardik Adrian yang sudah terpamcing emosi. '' Loe yang cari mati, berani berani nya loe narik Serena seperti itu..!! b******k, gue kasih tau loe ya, mulai sekarang, detik ini juga loe jauhin Serena, jangan coba coba loe deketin dia lagi, klo ga...!!!!! Teriak Arumi. '' Arumi, tenanglah..loe kenapa sih'' ? tanya Azaki bingung. '' Loe kasih tau sama temen loe itu ya ki, klo dia masih berani deketin serena, gue habisin dia..''!!! kata Arumi pada kakaknya. '' iya..iya..gue paham, tapi kenapa..loe ga bisa dong ngelarang tanpa alasan yang jelas..'' tanya Azaki dengan sabar, karena dia tau, saat Arumi sedang emosi tidak akan selesai kalau dilawan dengan emosi juga. ''Urusin tuh adik loe yang syco itu..''!!! bentak Adrian.. '' Adrian, diam dulu deh..!!!! Lerai Azaki sebelum Arumi kembali marah. Sementara itu ''Serena, loe ga papa kan..''?? tanya Jasmin dan Bianca sambil memeluk Serena yang sudah menangis ketakutan. ''Liatkan, gara gara loe Serena jadi nangis..'' Sungut Jasmin pada Adrian. ''Loh..kok gue, temen loe tu yang ga waras'' Bela Adrian. '' Arumi..udah dong..please..aku takut..'' cicitku pada Arumi sambil memegang tangannya. ''Tunggu dulu..ini sebenarnya ada apa sih..????'' Tanya Adrian penasaran. ''Serena, please, loe kasih tau gue sekarang, ini ada apa.?? kenapa tiba tiba semua jadi kacau gini..?? Tanya Adrian frustrasi sambil mengacak rambutnya sendiri. >>>>>>>>
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD