Chapter 28

1247 Words

"Terima Kasih untuk pertunjukan drama ini. Aku suka, meskipun awalnya menakutkan." **** Vanilla mengarahkan kamera saat Kayla memulai aksinya. Perlahan-lahan cewek itu membuka satu persatu kancing baju Kate. Kayla tersenyum senang karena Kate tidak bisa menolak perbuatan jahatnya. Kedua tangan Kate sudah terikat di belakang kursi kayu.  Vanilla disuruh oleh Kayla untuk memvideokan langkah demi langkah yang dia lakukan. Kate menundukkan kepalanya, harga dirinya sudah hancur. "Jangan malu gitu dong. Masak cewek murahan bisa malu. Lihat ke arah kameranya dong." Kayla mengangkat wajah Kate. "Senyum dong, masak nangis." "Lo benar-benar psikopat Kayla. Lo rendahin gue hari ini, akan ada pembalasan yang akan lo dapatkan lebih dari ini. Kita sama-sama cewek, dan dengan gak punya hatinya lo

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD