Chapter 25

1094 Words

"Maaf karena aku pernah tidak menaruh percaya padamu. Padahal aku tau, tidak ada orang yang benar-benar setulus kamu." ***** Menunggu adalah satu hal yang Kate benci. Bukan hanya Kate sih, sepertinya hampir semua orang membenci kalimat menunggu, apalagi tanpa kepastian. Sudah sekitaran tiga puluh menit Kate berdiri di depan gedung IPS. Cowok itu mengirimkan pesan agar Kate menunggunya di sini dan tidak ke mana-mana. Bosan. Kate tidak tau harus apa karena baterai HPnya juga sudah habis, kakinya mulai terasa pegal. Vanilla hanya bisa menemaninya sekitar lima menit, setelahnya supirnya datang. Seseorang menyentuh pundaknya, dan Kate langsung berkata. "Kak Leo kenapa lama banget sih, aku udah capek ...." Kate tidak lagi melanjutkan kalimatnya setelah menyadari siapa yang datang.  Putri.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD