"TUNGGU sini!" Shanin melirik Arga, cowok itu tengah melepaskan tali seatbelt-nya sesudah memarkirkan mobilnya tepat di pinggir jalan, sedangkan apotek 24 jam yang kini menjadi tujuan utama mereka berada tepat di seberang jalan. "Kunci pintunya!" Shanin mengangguk mendengar pesan yang Arga perintahkan, setelah itu si tampan berbaju hitam terlihat keluar dari dalam mobil dan segera berlari kecil menuju seberang jalan. Keadaan pagi buta seperti ini terasa sangat amat tenang, jalanan gelap gulita yang sepi, hanya sesekali saja kendaraan beroda empat lewat. Setelah itu, suasana kembali hening. Shanin bersenandung kecil, tubuh tak bisa diamnya mulai bergerak-gerak ke depan dan ke belakang. Sedangkan matanya sibuk melihat keadaan luar yang sangat amat cocok jika dijadikan film 'The Purge'.

