“PENGUMUMAN kelulusan bentar lagi, ya?” Raynzal yang sedari tadi sibuk bermain dengan ponselnya terlihat mengeluarkan suaranya, membuat perhatian para penghuni meja kantin itu beralih kepadanya. “Ngapain di fikirin?” Sambung Al santai, “Gak bakal lulus juga lo mah.” lanjutan itu membuat Raynzal dengan gemas menyemburkan es batu yang tengah berada di dalam mulutnya pada lawannya. Hal yang jelas saja menghadirkan cekikikan geli Shanin yang sedari tadi sedang sibuk melakukan pekerjaan pentingnya; meniup-niupkan es milonya dari dalam sedotan. Menjadikan minumannya berbusa. Namun kelakuan jorok itu malah membuat Arga gemas. Sesekali Arga membersihkan hasil cipratan-cipratan yang Shanin ciptakan di atas meja. “Bokap lo jadi married bulan depan, Nin?” Arkan bertanya, kembali mengalihkan perha

