SETELAH keluar dari dalam kamar mandi dengan wajah yang pucat dan keringat dingin yang mengalir, gadis berbaju tidur itu terlihat berjalan gontai ke arah kamar tamu. Kamar yang dipakai oleh si empunya rumah karna kamar miliknya yang sudah Shanin kuasai. Ketika berhasil sampai dengan selamat, diketuknya lemah pintu berwarna putih itu. Menunggu jawaban dari si pemilik kamar. "Arga?" Shanin memanggil lemah, tangan kanannya ia pergunakan untuk menekan kuat perutnya yang terasa nyeri bukan main. Cukup lama Shanin berdiri di depan pintu sebelum akhirnya si cowok tampan yang saat ini tengah memakai baju handuk ditemani rambut yang setengah basah itu nampak muncul dari dalam pintu. Menatap Shanin terkejud karna wajah gadisnya yang terlihat sangat pucat. "Lo kenapa!?" Shanin sempat tersenyum

