64. Takdir Mengenaskan

2452 Words

DENGAN tangan yang sudah memerah dan luka-luka akibat perkelahiannya dengan Arkan tadi, Arga terlihat sibuk membuka kancing seragamnya akibat tiga kancing atas yang sudah terlebih dahulu lepas. Malas menatap semua orang yang saat ini terang-terangan sedang memandang ke arahnya. Apalagi Arkan dan Richard, tatapan ganas mereka seperti ingin memotong Arga hidup-hidup. "Udah bisa fokus?" Derren memulai, mengalihkan pandangan Richard dan Arga. Tidak dengan Arkan yang masih setia menatap garang Arga. Raynzal yang memilih untuk tidak ikut campur lagi dalam masalah seperti ini, memutuskan untuk menyalakan satu batang rokok dan berfokus pada sekitar, mengarah pada taman sekolah mereka. Manik Derren beralih pada Arga, "Apa yang mau lo omongin?" "Udah gak ada lah pasti, belangnya udah keliatan.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD