"Aku tidak takut" Ujar Kanaya membuka kancing piyama tidur nya satu persatu. "Sialan!" Umpat Reynand ketika melihat Kanaya sudah melepas seluruh kancing piyamanya dan hanya menyisakan celana dalam. Reynand masih terpaku melihat tubuh bagian atas Kanaya yang terlihat semakin indah, bentuk bulat sempurna. Ingin rasanya ia menjamah benda itu, menggigit dan merasakannya. Ada rasa kesal dan senang ketika Kanaya seperti itu. Kesal karena ia hanya dapat melihat dan membayangkan jika ada seorang pria yang masuk kedalam apartemen dan melihat Kanaya seperti itu. Kanaya mengernyitkan dahinya ketika tidak mendengar suara Reynand di seberang sana. Namun, ketika ia melihat layar ponselnya nama pria itu masih ada di sana. "Mas." "Ah, ya sayang." Reynand mengerjapkan mata

