"Kapan aku bisa pulang." Meysa bertanya kepada pria yang sejak tadi menemaninya. Ia tidak peduli jika seluruh penghuni rumah sakit akan membicarakannya. "Aku tak tahu, memangnya kenapa?" Tanya pria itu menatap layar ponselnya. Walaupun mereka sedang berdua namun pria itu masih saja sibuk dengan pekerjaan nya. "Iiisshh... Lihat aku jika berbicara!" Dengusnya meraih ponsel pria itu dan menaruhnya dibawah bantal. "Ok, ok, ok. Jadi gimana princess?" Tanya-nya tersenyum dan mengusap rambut Meysa dengan sayang. Sudah sangat lama rasanya ia tidak seperti ini. Berdua dan bermesraan dengan kekasihnya dan sebentar lagi mereka resmi menikah. "Kapan aku bisa pulang, sungguh aku sangat tidak suka bau rumah sakit." Rajuknya memainkan jari-jemari pria itu. "Kau harus seha

