E N A M B E L A S

1335 Words

    Setelah obrolan tadi sore, Kanaya memilih mengurung diri dikamar. Ia tak tahu harus menjawab apa. Yang saat ini ia pikirkan adalah kenapa pria itu menginginkan dirinya menjauh dari Reynand.     "Aku nggak tahu harus menjawab apa Kak." Kanaya menundukan kepalanya dan menarik tangan yang sejak tadi digenggam pria itu.     Raffi Alfarezi Mahesa, dosen dikampusnya dan pria yang sudah membawa Kanaya secara paksa.     Dan bodohnya kenapa dirinya tidak memarahi atau memilih pergi dari pria itu. Ia hanya diam saja ketika pria itu menyuruhnya tinggal ditempat ini, yang ia yakini tempat ini jauh dari jalan besar. Disini sepi dan sunyi namun juga sejuk.     Kanaya memijat pelipisnya, logikanya mengatakan lakukan, namun hatinya mengatakan jangan. "Ya Tuhan, aku harus apa?" Gumamnya bermonolog,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD