Diana dan Rizky sedang memilih sayuran dan buah-buahan, mereka sempat berdebat saat memilih tempat dimana mereka akan berbelaja, diana ingin belanja dipasar selain lengkap juga bisa ditawar sedangkan Rizky ia ingin di mall saja
"dimall selain steril juga terjaga kebersihan nya masalah harga jangan dipirkan yang penting bersih. tidak sama dipasar sudah becek dagangan mereka juga tidak terjamin kualitas nya, siapa tau mereka menambah bahan pengawet bisa jadi daging yang kita pilih itu daging celeng." kata Rizky sambil bergidik ngeri.
"Ada-ada aja kamu mas, kebanyakan nonton filem azab kamu." kata Diana sambil mengeleng kan kepala nya, mereka sedang asik memilih sayur dan lain-lain nya tiba-tiba ada suara yang menyapa mereka, lebih tepat nya menyapa Diana
"mbak Ana." Aku menoleh kebelakang, ternyata Cia adik nya kevin sepupuku juga
"ya Allah Cia kenapa kamu bisa sampe sini, Kamu nggk sekolah?" kata ku kaget saat melihat gadis remaja itu tengah berkeliaran dipasar.
ia cemberut tak suka "iiihh mbak Ana, Aku nggk bolos kok sekarang waktu nya jam istirahat aja, Aku cuma nemenin sesil temen ku,itu dia sedang beli bahan makanan untuk ibu nya, kasian mereka mbak ,jadi Aku kasih uang jajanku untuk mereka beli bahan makanan sama beras."katanya dengan polos, Aku menggeleng kan kepala.
sifat Cia memang berbeda dari temen sebaya nya, saat anak SMA akan pergi kemall Atau kumpul-kumpul dicaffe, Cia lebih suka dirumah membaca komik doraemon.
kalau ditanya 'kamu nggk keluar.' dengan polos ia mengatakan 'mbak ngusir cia' terkadang Aku 'suka mengurut d**a saat menghadapi tingkah laku bayi besar satu ini.
"Cia sayang, Kamu nggk salah membantu mereka, tapi ini kan masih jam sekolah, Cia nggk boleh sembarang pergi-pergi begitu, tunggu pulang dari sekolah terus cia mintak tolong sama mas kevin untuk nemanin cia, nggk boleh kepasar sendiri."kata ku sambil mengelus kepala nya dengan sayang
"tapi cia nggk sendiri kok mbak, kan cia berdua sama temen cia."kata nya sambil menunjuk temen nya, yang berjalan canggung kearah kami.
"kamu cia kelas berapa?mengapa tingkah mu seperti anak belita?"kata rizky tiba-tiba. sontak cia membulat matanya menatap Rizky dengan garang
"iiiihhh om siapa, cia nggk kenal ya, om jauh-jauh sana."kata cia mengibas-ngibas tanganya seakan mengusir.
"eeh cia nggak boleh gitu,ini mas Rizky suaminya mbak,cia harus sopan ya, salim dulu."dengan patuh cia mencium tangan Rizky. waktu hari pernikahan nya Cia memang tidak bisa hadir karena sakit, hal hasil ia tidak mengenal Rizky.
"iihh tangan om bauk,nggk pernah cuci tangan ya?kata bunda kita harus sering-sering cuci tangan supaya bersih."sontak Diana tertawa, ia sangat gemes melihat kepolosan cia sedang Rizky mendengus tak suka.
Diana mentapa teman Cia yang bernama Sesil,gadis itu menunduk canggung
"Hallo sesil ya."sapa Diana dengan ramah, gadis itu mengangguk pelan, Diana tersenyum melihat gadis itu.
"apa kalian sudah selesai berbelanja nya, atau apa ada yang kurang."tanyaku pada Sesil
"Aaah i...ini udah selesai kok mbak"kata nya gugup,
"ya udah Ayo mabak antar kalian."
"eeh mbak antar Cia saja, Aku bisa pulang sendiri,."ucap nya tak enak
"iihh Sesil kenapa, ayo kita ikut mbak nya Cia aja, lumayan kapan lagi kita coba naik mobil mahal, kan suami nya mbak Diana kaya, ya kan om."kata Cia dengan dengan suara seperti anak kecil dan terdengar imut, Rizky mendengus kesal, ia sangat kesal saat menapati anak remaja memanggil nya dengan sebutan om sedang kan Diana ia memanggil nya mbak,padahal umur dirinya dan Diana tidak berbeda jauh, hanya
setelah Cia memaksa Sesil untuk ikut akhirnya dengan pasrah Sesil mengalah dan mengikuti kemauan Cia, cia sanga berisik dimobil menanya kan ini dan itu,membuat sesil kewalahan menjawab
"Cia bawel ah sekarang."Cia pun terdiam,saat Diana sudah mengatakan begitu berati Diana menyuruh nya untuk diam, Sesil menghembus kan nafas nya,eantah mungkin merasa lega. melihat itu membuat Diana tertawa.
tak lama entah karena bosan atau mengantuk Cia akhir nya tertidur, Diana tersenyum melihat sesil begitu perhatian pada sepupu kecil nya itu.
"Sesil."panggil Diana
"iya mbak."
"udah lama kenal sama Cia nya."tanya Diana
"kita kenal udah dari SMP,tapi dekat nya baru-baru ini."kata Sesil
Diana tersenyum "apa kamu tidak kewalahan dengan tingkah Cia yang kekanakan?"tanya Diana.
"iya,kenapa kamu mau berteman dengan bocah menyebalkan itu."kata Rizky membuka suaranya, seketika Diana memukul pundaknya dengan keras membuat Rizky mengaduh.
"Sakit sayang, emang benar kan sepupumu itu menyebal kan."seketika Diana membulat kan matanya untuk diam
"bocah menyebal kan itu adik ku."kata Diana kesal, seketika Rizky mengatup bibirnya tanda menyerah.
"hahaha mbak ana sama mas nya lucu, sangat serasi."kata nya
seketika Aku terdiam, apa benar kami terlihat begitu "bener mbak."seketika Diana kaget, Apa gadis ini cenayan "hahaha saya bukan dukun."Diana mengerinyit kan dahi nya,
"Aku tidak mendengar Diana mengatakan apa pun."lagi-lagi Sesil tersenyum.
"mengapa Aku sangat ingin berteman dengan Cia,karena hanya dia yang tampak tulus dan juga polos, percaya Atau tidak hanya dia yang tidak bisa Aku dengar hati dan fikiran nya, Cia itu orang selalu terbuka,apa yang menggajal dihati nya ia lebih senang mencurahkan dari pada dipendam."
Aku dan Rizky tambah kebingungan "mm mbak sepertinya Aku berhenti disini saja, rumah ku sudah dekat."katanya, Rizky pun menepikan mobil nya tepat digang sempit.
"terima kasih atas tumpangan nya."saat hendak turun iapun mentap Diana lama
"mbak Diana, mbak tau. suatu saat kebahagian yang mbak tunggu-tunggu akan datang."Aku pun terdiam mendengar ucapan tiba-tiba gadis itu.
"mas Rizky, harus tegas. jangan dengan perasaan kasian rumah tangga mas Rizky jadi hancur, Aku bukan ingin ikut campur dan bukan bermaksud ingin menetang rahasia tuhan. percaya lah jika mas Rizky mengikuti kata hati semua Akan baik-baik saja, ya sudah Aku turun dulu ya."
setelah mengatar Sesil mobil Rizky pun melaju kearah sekolah Cia, mereka pun mengatar sampi kelas gara-gara Cia takut dimarahin guru nya karena telat masuk dijam pelajaran terakhir.
mereka pun pulang dalam diam, tampa bersuara sampai mereka tiba dirumah pun mereka masih saling berdiam-diam, membuat ibuk ijah dan kokom pun bingung melihat aksi saling diam majikan nya.
hari mulai gelap Rizky pun baru sadar kalau mereka dari siang tadi belum makan, Rizky pun menuju kamar mereka, saat membuka pintu ia melihat diana sangat lelap, perlahan ia berjalan menuju kasur.
"Diana" panggil Rizky sambil mengucang tubuh Diana pelan
Diana yang mendengar suara rizki pun bangun dari tidur nya
"Diana" panggil Rizky sekali lagi, Diana pun mengeliat dan perlahan membuka mata nya
"Kenapa mas?"tanya diana serak karna sedari tadi ia menangis lalu ketiduran.
"Hari udah gelap, kamu dari tadi siang belum makan,sekarang yuk kita makan" aja Rizky sambil meraih tangan Diana dengan lembut.
"Ntar mas, aku belum cuci muka" kata Diana lagi sambil melepas pelan genggaman tangan Rizky
"Ya udah Aku tunggu Kamu diruang makan, jangan lama ya" kata Rizky lembut sambil mengelus surai hitam nya,Diana pun membalasan dengan angguk kan
Tak sampai lima belas menit Diana pun turun dari kamar nya lalu berjalan keruang makan, ia melihat buk ijah dan kokom meletakan masakan nya dimeja makan.
"Maaf ya mas, tadi Aku ketiduran jadi nggk sempat bikin makan malam untuk kita." kata Diana sambil menunduk takut.
"Iya, nggk papa aku tau kamu capek." kata Rizky penuh perhatian, Diana selalu terheran-heran melihat tingkah laku Rizky begitu manis kepada nya ahir-ahir ini.
ya beberapa hari ini sifat Rizky sangat berebuah drastis. Dulu Rizky yang cuek dan dingin kepada Diana kini berubah Rizky yang sangat ramah dan selalu mengumbar kan senyum, bukan Diana tidak suka ia malah sangat suka melihat perubahan Rizky yang baik terhadap nya tapi ini terlalu membingung kan "apa mas rizki cuma pura-pura baik terhadap ku? Apa ia dipaksa lagi sama mommy?" Gumam nya didalam hati tapi ia buang presangka buruk nya itu semoga ia tulus
"Mbak Ana makanan nya kok di aduk-aduk aja? Nggk suka ya sama masakan nya? Apa ibu buat lagi? Mbak mau apa, biar ibu bikinin." aku tesikap dari lamunan ku saat mendengar pertanyaan buk Ijah, ada rasa tidak enak menjalar ke hati ku.
"Haah.. eeh nggk usah buk ini aja, masakan ibuk enak kok" kata ku sambil menyuap kan nasi dan ikan kemulut ku
"Ibuk udah makan? Mending gabung sama kita aja makan nya rame-rame lebih enak" ajak ku
"Ndak usah, mbak Ana makan aja, Aku sama si embok udah makan tadi" kata kokom
"bener" kata ku tak percaya
"iya mbak Ana makan aja ibuk udah makan kok, ya udah ibuk tinggal dulu ya." pamit nya kepada Diana dan Rizky.
"iya buk"
"iya buk" saut kami berbarengan dan kami saling tatap lalu tertawa, ibuk Ijah pun tersenyum melihat tingkah tuan dan nyonya nya dan berlalu pergi kekamar karena tak ingin menganggu kebersamaan kedua nya
Diana dan Rizky makan dalam diam tidak ada yang mau memulai percakapan, Diana masih sibuk dangan makanan nya sedang kan Rizky sibuk dengan pikiran nya.
selsai makan mereka pun menuju kamar setelah membersih kan diri lalu mereka duduk dikasur Diana sedang asik membaca novel sedang kan Rizky sibuk mengecek laptop nya.
"Diana."panggil Rizky
"hmm" gumam Diana lalu melihat kearah Rizky.
"Apapun yang terjadi, Aku harap kamu percaya sama Aku."seketika dahi Diana mengkerut
"kenapa mas tiba-tiba ngomong begitu?"tanya diana
"Aku cuman pengen Kamu percaya sama Aku, Apapun yang Akan terjadi baik Atau buruk nya nantik, Aku harap kamu percaya sama Aku dan jangan pernah ninggalin Aku."kata Rizky dengan serius, Diana pun mengangguk. walau pun dikepala nya banyak sekali pertanyaan.
___________________________________________________________
--------------------------------------------