Di hari Minggu pagi, Amalia Rasyid terbangun dengan wajah sangat cerah di sisi suaminya. Semalam, mereka berdua melakukan olahraga panas sekali lagi, dan itu cukup terbilang sangat luar biasa dan menenangkan. Walaupun Lee Jun Min sedikit kasar, tapi benar-benar sangat romantis dan memenuhi hati Lia dengan segala rasa sayang dan cinta darinya. Meskipun tidak bisa melakukan tes kehamilan gara-gara Lee Jun Min melarangnya, setidaknya Amalia Rasyid bisa mengetahui kalau suaminya memang sangat serius dalam menyenangkan dan menghiburnya. Sangat pengertian dan penyabar. Satu tangan Lee Jun Min yang masih tertidur memeluk erat perut sang istri di sisinya, punggung polosnya yang berotot indah dan menawan terekspos separuh dari balik selimut tebal. “Lee? Bangun. Sudah subuh, “ serak Lia pelan,

