Bab 77 Kekacauan

2230 Words

Pada hari Kamis sore, Lia merasakan suasana hatinya semakin berat dan berantakan. Ia senang semua masalahnya perlahan sedikit demi sedikit terpecahkan berkat bantuan Arya, meski begitu walau fitnah tentang dirinya yang sudah dibereskan pada hari Senin lalu, dan kondisi di sekitarnya mulai berjalan normal, ia masih belum mencapai tahap normal sama sekali. “Aneh, Kak Arya kenapa nggak masuk kerja, ya? Sejak Selasa lalu nggak ada kabar sama sekali. Pak Rasyid sampai gelisah dibuatnya,” ujar Auriga yang duduk di meja kasir seraya mengemut cokelat truffle di mulutnya—pemberian dari Uma untuk Auriga yang baru Lia berikan akibat terlalu tenggelam dalam kesedihannya gara-gara video yang diperlihatkan oleh uma padanya. Auriga berpikir sembari menatap kipas angin yang berputar pelan di langit-lan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD